Karakter Masyarakat Suatu Negara Bisa Menentukan Seberapa Cepat Pembangunan

Dua hari yang lalu tersebar berita bahwa salah satu ruas jalan Tol Ngawi Banjir. Tentunya secara politik isu ini menjadi makanan empuk bagi kubu lawan untuk menyerang kubu patahana yang memang program unggulannya adalah infrastruktur.
Disisi lain secara obyektif para ahli juga akan memberikan statemen sesuai dengan bidang keahliannya tentang tol yang baru saja rampung sekitar 2 tahun yang lalu ini.
Sebagai orang kebencanaan tentunya saya juga memiliki perspektif tersendiri terhadap kejadian ini.
Tapi saya ingin lebih melihat dari perspektif yang lebih luas tentang isu pembangunan infrastruktur di Negara-Negara maju sehingga acuan kita tidak terlanjur salah.
Seperti yang kita ketahui suatu infrastruktur itu harus memenuhi minimal 2 aspek utama yaitu aspek teknis bangunan dan aspek lingkungan.
Aspek teknis berbicara mengenai design dan daya tahan bangunan.
Aspek lingkungan lebih melihat kedampak yang bisa diakibatkan oleh suatu aktivitas infrastruktur terhadap lingkungan.
Tentunya keduanya membutuhkan kajian yang komprehensif agar infrastruktur tidak mengalami gangguan dan juga berakibat gangguan terhadap lingkungan.
Dalam melakukan kajian dan pembangunan secara umum di negara-negara maju memiliki karakter yang berbeda-beda.
Negara yang memiliki sejarah panjang seperti Belanda cenderung melakukan kajian lingkungan yang lebih detail dan mungkin lebih lama sebelum melakukan pembangunan infrastruktur sehingga tata kota di Belanda terlihat sangat teratur dan memenuhi kaidah lingkungan yang baik.
Sedangkan negara-negara yang pertumbuhannya sangat pesat seperti Jepang dan Korea mampu melakukan pembangunan dengan kajian yang cepat dalam kedua aspek ini sehingga bisa bersaing menjadi salah satu negara maju di dunia. Hal tersebut tidak terlepas dari karakter mereka yang memiliki etos kerja yang sangat tinggi. Jadi ingat punya teman akrab waktu kuliah di belanda dulu yang kebetulan lagi ambil shortcourse 1 bulan. Dia protes karena tempat ngambil air minum di kantin yg rusak hampir seminggu tidak diperbaiki karena kalau di korea begitu rusak langsung diperbaiki.
Sebagai negara yang ingin mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan taraf dari negara berkembang ke negara maju tentunya Indonesia harus mengikuti negara-negara maju tetangganya di Asia seperti Jepang, Korea, Cina dll. Tapi pertanyaannya sebagai negara yang terletak di zona Tektonik Aktif dan memiliki potensi bencana yang tinggi apakah kita sudah dalam koridor yang sesuai dalam melakukan pembangunan infrastruktur yang cepat dengan kajian yang komprehensif?
Jangan sampai ahli kebencanaan dan lingkungan hanya dipanggil sebagai narasumber setelah terjadi bencana.

(Visited 26 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *