Apakah masih harus waspada setelah gempa tanggal 17 Maret 2019 kemarin?

Assalamualaikum bang kus maaf ini malam-malam ketuk pintu…
Ada apa Din kok kayak gupuh2 sekali?
Gini bang kus tadi saya baca berita disuruh waspada katanya karena masih ada potensi gempa dari sesar lokal baru yang kemarin, bagaimana menurut abang?
Waspada ya wajar-wajar saja. Kaya yang abang bilang sebelumnya kalau walaupun lokal, sesar yang menjadi penyebab gempa ini kan sifatnya baru belum pernah ketahuan sebelumnya seberapa besar potensi energi yang bisa dilepaskannya.
Ibarat kamu kalau jalan dimalam yang gelap ya harus hati-hati dan siapin senter sebagai penerangan biar kalau ada lubang tidak terperosok didalamnya, kalau ada pecahan beling tidak keinjak atau yang lebih bahaya lagi kalau ada ular berbisa tidak dipatok.

Waduh jadi takut ini bang, sampai kapan dong kita harus waspada? tidak ada bocoran gitu tentang kemungkinan gempa yang bisa terjadi?
Nah itu dia din saya tidak tau apakah akan terjadi lagi gempa yang lebih besar atau tidak akibat keberadaan sesar lokal baru ini, itu semua urusan Allah.
Tapi kalau kita bicara sesar lokal tentunya energinya tidak akan sebesar sesar regional seperti sesar naik flores yang energinya bisa mencapai 7,4 SR di Lombok Utara atau sesar Global seperti zona subduksi yang bisa energinya sampai 9 SR di Lombok Selatan. Apalagi sesar ini memiliki mekanisme focal yang namanya dip slip berupa sesar turun yang kemungkinan besar gempa kemarin terjadi karena sesar ini mengalami ketidakstabilan akibat dari kejadian gempa bumi bulan agustus 2018.

Terus bagaimana dong bang cara waspadanya?
Kalau melihat arah mekanisme fokal gempa utama yang berarah relatif Timur – Barat kemungkinan besar sesar turun ini berada pada zona berarah Timur – Barat mengikuti arah sesar yang diperkirakan dalam peta Geologi lembar Lombok yang saya share kemarin. Artinya kalaupun ada potensi gempa susulan yang relatif merusak akan berada di sebelah barat atau timur dari gempa tanggal 17 Maret 2019 kemarin.

Terus kok banyak gempa susulan berarah Utara- Selatan?
Memang gempa susulan yang terjadi akibat gempa 5,4 SR tanggal 17 Maret 2019 apabila diplot dalam peta akan membentuk pola pensejajaran berarah Utara- Selatan.
Kenapa bisa terjadi perbedaan arah antara gempa utama dan gempa susulan tersebut.
Kemungkinan besar gempa utama terjadi pada titik yang tepat sehingga mempengaruhi pergerakan strike slip atau sesar geser yang berarah Utara – Selatan sehingga terjadi gempa dengan magnitudo utama 3,9 SR pada pukul 7 pagi tanggal 18 Maret 2019 dan gempa2 susulan yang lebih kecil.

Apa dong tips dan trik waspadanya?
Kalau rumahnya jauh dari sumber gempa kemarin tidak perlu lah sampai buka tenda apalagi diluar hujan plus petir. Tapi kalau dekat dengan sumber gempa kemarin, siapa tau rumahnya memang sudah retak atau konstruksi kurang bagus bolehlah pikir2 buat tenda.
Berarti saya yang di mataram aman dong bang?
Insha Allah aman, asal tetap tenang jangan sampai terjadi gempa loncat dari lantai 2. Hehehe

Salam bang kus

(Visited 96 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *