Potensi Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi dalam Bidang Politik

Geographic Information System (GIS) atau Sistem Informasi Geografi (SIG) merupakan salah satu tool yang sangat powerful untuk melakukan analisis berbagai macam bidang secara keruangan.

Walaupun wilayah Indonesia sangat luas tetapi secara demografi sebagian besar penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa.

Kami tukang kebencanaan yang mendalami modeling GIS menggunakannya untuk melakukan analisis kebencanaan mulai dari hazards (ancaman), vulnerability (kerentanan) dan kapasitas (copying capacity). Bahkan untuk mengkombinasi ketiga parameter tersebut untuk menghasilkan risk (resiko) bencana.
Dalam bidang pemasaran contohnya coca-cola sudah menggunakannya untuk memetakan posisi paling strategis untuk base gudang dan perusahaan sehingga laju distribusi produk jadi efektif.
Walaupun sudah telat tapi berhubung yang lagi hangat adalah pemilihan umum maka, kita bisa menggunakan parameter-parameter yang cenderung membuat seseorang memilih seorang calon dan dapat di dispatialkan dengan diberi nilai probabilitas tertentu berdasarkan hasil survei kecendrungan maka kita dapat memetakan kekuatan dari masing-masing calon secara spatial atau keruangan diseluruh Indonesia.
Dengan pemodelan probabilitas parameter dan hasil secara spatial ini lebih memudahkan para calon untuk mengambil langkah strategis untuk menguatkan suara dibasis suara dan mendongkrak suara dibasis lawan.
Sebagai contoh nyata adalah hasill quick count Presiden hari ini. Kemenangan dalam Pemilu Indonesia tidak akan terlepas dari perolehan suara di Pulau Jawa karena lebih dari 50 % penduduk Indonesia ada di Pulau ini. Ketika calon Presiden bisa menguasai suara di Pulau ini probabilitas untuk memenangkan pemilihan umum menjadi besar. Jadi memang sulit untuk orang luar Jawa menjadi presiden Indonesia segemilang apapun orangnya ketika sistemnya masih pemillu. 
Kemenangan 01 di 2 Provinsi dengan suara terbanyak yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur membuat perolehan suara 01 di quick count menjadi 55% an mengungguli 02 dengan perolehan suara kurang dari 45 %. Hal tersebut tidak terlepas dari parameter penting penguasaan suara di Pulau ini yaitu penguasaan suara dari organisasi terbesar Islam Indonesia di Pulau ini yang basisnya ada di kedua Provinsi ini. Selain dukungan yang kuat dari partai yang berafiliasi dengan organisasi ini, langkah memilih calon wakil Presiden dari organisasi ini juga terbukti sangat efektif untuk meningkatkan perolehan suara di kedua Provinsi ini.
Untuk kubu yang kurang beruntung mungkin disinilah pentingnya advice dari ahli GIS politik untuk mendongkrak suara dibasis suara terbesar setidaknya memecah suara dari pemilih yang sifatnya konservatif.
Sayang konsultan GIS atau SIG masih kurang laku dalam bidang politik.

Ditengah hati yang campuraduk bang kus bolehlah promosi dulu keahlian..hehehe
#bangkus

(Visited 86 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *