Memahami Potensi Landaan Tsunami di Kota Mataram

Kota Mataram merupakan salah satu dari 2 Kota yang ada di Provinsi NTB. Bukan kotanya kerajaan Mataram kuno ya hehehe. Kota ini terletak di Ujung Barat Provinsi NTB yang juga merupakan ibu kota Provinsi NTB.

Ya bang kami semua sudah tau kalau itu bang.

Ya cuman intermeso saja kok….hehehe

Secara geologi kota Mataram sebagian besar tersusun oleh batuan berjenis aluvial atau batuan hasil pengendapan bahan rombakan dari atas gunung yang terendapkan di sungai, rawa maupun pantai. Jadi, sebagian besar batuan di Kota ini adalah batu lempung, pasir, dan kerikil. Syukurnya tidak ada sesar aktif yang melewati kota Mataram sehingga tidak memiliki potensi likuifaksi seperti Palu.

Zaman dahulu kala daerah Mataram diprediksi sebagai sebuah teluk atau rawa yang sedikit demi sedikit menjadi daratan karena terendapkannya material rombakan dari Lereng Rinjani bagian Barat dan lereng Selatan perbukitan di Gunungsari. Selain itu, ada juga yang berpendapat bahwa letusan dahsyat letusan Rinjani tua (Samalas) tahun 1257 menghasilkan material yang mampu menutupi rawa atau teluk Mataram sehingga menjadi dataran seperti saat ini.

Secara morfologi, Mataram berada pada ketinggian/elevasi antara 0 s/d 73 meter diatas permukaan laut. Dua kecamatan yang langsung berhubungan dengan laut adalah Ampenan dan Sekarbela dimana elevasi tertinggi dari kedua kecamatan ini adalah 22 meter dari permukaan laut. Kecamatan yang lain rata-rata berada dielevasi diatas 20 meter diatas permukaan laut.

Keberadaan megathrust dan outer rise di perairan selatan Lombok membawa sedikit potensi tsunami ke daerah Mataram. Keberadaan perbukitan di daerah Sekotong memberikan keuntungan tersendiri sehingga sebagian besar potensi gelombang tsunami terhalangi untuk mencapai pesisir Ampenan dan Sekarbela. Oleh karena itu, BMKG menganalisis potensi tsunami tinggi gelombang tsunami maksimal yang sampai ke Kota Mataram adalah 5 meter.

Seandainya benar potensi tsunami dengan gelombang setinggi 5 meter terjadi daerah mana saja yang akan terdampak bang?

Sesuai dengan penjelasan elevasi diatas tentunya yang akan terdampak adalah dua kecamatan yang berada dipesisir yaitu Ampenan dan Sekarbela tapi tidak keseluruhan wilayah dari kedua kecamatan itu berpotensi terdampak tsunami hanya daerah-daerah yang berada pada elevasi dibawah 5 meter. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat peta diwabah ini!

Potensi tsunami dengan ketinggian gelombang maksimal 5 meter di Kota Mataram

Peta ini dapat menjadi gambaran batas daerah yang berpotensi tsunami dan yang aman terhadap ancaman tsunami di Kota Mataram sehingga dapat dibuat jalur evakuasi dan titik kumpul apabila terjadi gempa bumi besar.

Untuk mengetahui lebih jelas tentang potensi ancaman tsunami ditempat tinggal masing-masing bisa memanfaatkan aplikasi android “Avenza Maps” dengan terlebih dahulu mengimport peta potensi tsunami dalam bentuk pdf yang sudah saya sediakan melalui link download dibawah.

http://bit.ly/petapotensitsunamikotamataram

Bang kus juga sudah menyediakan video tutorial cara menggunakan Avenza Maps melalui link dibawah

Tutorial Avenza Maps-offline mapping yang memiliki banyak manfaat termasuk untuk mengetahui lokasi kita terhadap potensi tsunami di Mataram.

Semoga bermanfaat

(Visited 4,746 times, 1 visits today)

2 thoughts on “Memahami Potensi Landaan Tsunami di Kota Mataram

  • July 17, 2019 at 11:08 am
    Permalink

    Peta lombok timur blm da

    Reply
    • July 17, 2019 at 11:13 am
      Permalink

      Insha Allah segera Pak

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *