Gerhana Bulan Sebagian tanggal 17 Juli 2019 dan Gempa Bumi Adakah Hubungannya?

Bang Kus ada informasi menyuruh kita waspada gempa bumi 5+ beberapa hari sebelum dan sesudah gerhana bulan tanggal 17 Juli 2019. Apakah informasi itu benar?

Pertama-tama bang kus ingin menjelaskan bahwa memang benar gerhana bulan sebagian akan terjadi pada tanggal 17 Juli 2019. Gerhana bulan tersebut akan berlangsung selama 5 jam 33 menit. Dimana gerhana bulan tersebut akan dimulai pukul 01:43 WIB dan berakhir pada pukul 7:17 WIB. Gerhana bulan utama akan berlangsung selama 2 jam 57 menit. Canggihkan para ahli astronomi kita bisa mengetahui waktu pasti terjadinya gerhana bulan.

Sejak tahun 2000, gerhana bulan sebagain pernah terjadi beberapa kali diantaranya, pernah terjadi pada tanggal 16 Mei 2003 dimana bulan berwarna keunguan, pada tanggal 7 November 2003 dimana bulan berwarna seperti tembaga, pada tanggal 3 Maret 2007 warna bulan saat itu cukup mengerikan yaitu merah seperti merah darah, dan yang terakhir adalah pada bulan Juni 2011 dimana sebagian bulan berwarna gelap.

Setelah membaca sejarah kejadian gerhana bulan sebagian diatas bang kus bertanya apakah pada tanggal-tanggal itu juga terjadi gempa bumi besar?

Baik untuk memastikan hal tersbut mari kita kupas sejarah gempa bumi besar di Indonesia sejak tahun 2000. Gempa bumi besar memang banyak terjadi di Indonesia sejak tahun 2000 diantaranya, tanggal 4 Juni 2000 terjadi gempa bumi M=7,3 di Bengkulu dengan korban lebih dari 100 orang meninggal, tanggal 26 Desember 2004 terjadi gempa bumi M=9,1 dan tsunami di Aceh dengan korban lebih dari 150.000 jiwa meninggal, tanggal 27 Mei 2006 terjadi gempa bumi M=5,9 di Yogyakarta dengan korban jiwa 6.234 meniggal dunia, tanggal 17 Juli 2006 terjadi gempa bumi dan tsunami di Pangandaran dengan korban jiwa lebih dari 400 orang, tanggal 30 September 2009 terjadi gempa bumi M=7,6 di Padang dengan korban jiwa 1.115 jiwa meninggal, tanggal 25 Oktober 2010 gempa bumi M=7,7 di Sumatra Barat dengan korban jiwa 408 orang meninggal, tanggal 29 Juli-19 Agustus 2018 gempa bumi M=7 maksimal dengan korban jiwa lebih dari 500 orang meninggal dan terakhir adalah tanggal 28 September 2018 M=7,4 di Palu dengan korban jiwa lebih dari 2.000 orang meninggal dunia.

Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan sederhana bahwa kejadian gerhan bulan dengan gempa bumi besar tidak memiliki korelasi yang kuat. Hal ini terlihat dari tidak adanya gempa bumi besar yang terjadi selama gerhana bulan terjadi. Jadi apakah perlu kita khawatir berlebihan dengan isu-isu yang banyak beredar? Silahkan tanya diri Anda.

Hal bermanfaat yang bisa dilakukan selama gerhana bulan tanggal 17 Juli 2019.

Adanya Fenomena gerhana bulan bukan berarti kita tidak bisa melakukan sesuatu karena memang ada hal-hal yang secara keilmuan maupun keagamaan bisa dilakukan seperti halnya dalam agamanya Bang Kus disunnahkan untuk melakukan sholat gerhana apabila terjadi gerhana. Jadi kewaspadaan yang paling bijak dilakukan menurut Bang Kus saat ada fenomena ini adalah melakukan ibadah sholat gerhana.

Pentingnya upaya mitigasi didaerah berpotensi bencana

Upaya mitigas perlu digalakkan didaerah-daerah yang memiliki potensi bencana karena sebagian besar bencana alam datangnya tidak pasti dan tidak bisa diprediksi terutama bencana alam yang berhubungan dengan proses yang terjadi didalam bumi seperti gempa bumi, dan tsunami.

Layaknya kita mengendarai mobil, penggunaan sabuk pengaman adalah menjadi suatu hal yang wajib walaupun manfaat sabuk pengaman baru kita bisa rasakan saat terjadi kecelakaan. Begitu juga dengan mitigasi bencana seperti membangun rumah yang tahan gempa bumi, melakukan pembangunan dan pengawasan bangunan publik, membuat lingkungan ramah terhadap proses evakuasi, dan menanamkan pendidikan dan kesadaran mitigasi kepada anak sejak dini. Semuanya itu baru kita rasakan manfaatnya apabila bencana itu datang.

Jangan lupa juga mengunjungi channel Youtube bang kusnadi ya untuk mendapatkan informasi-informasi yang bermanfaat tentang fenomena geologi disekitar kita.

Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah membaca..

(Visited 10,001 times, 1 visits today)

7 thoughts on “Gerhana Bulan Sebagian tanggal 17 Juli 2019 dan Gempa Bumi Adakah Hubungannya?

  • July 13, 2019 at 11:33 pm
    Permalink

    Trimakasih imponya bang.

    Reply
    • July 15, 2019 at 5:36 pm
      Permalink

      sama-sama bos

      Reply
    • July 16, 2019 at 10:19 am
      Permalink

      Bang bukan’a gempa pd tgl 29 juli thun 2018 tu diawali dg gerhana bulan full pd mlm hari’a n keesokan hari’a pd hri mnggu tgl 29 juli pukul 07.00 trjdi gempa d lombok.

      Reply
      • July 17, 2019 at 3:20 pm
        Permalink

        Memang tanggal 28 Juli 2018 terjadi gerhana bulan dan besok paginya terjadi gempa bumi, tapi perlu juga jadi catatan tahun 2018 terjadi 5 kali gerhana bulan mulai dari bulan januari dan terakhir tanggal 11 Agustus 2018. Jadi secara science tetap tidak kuat hubungannya. Secara agama memang gerhana merupakan salah satu pertanda yang diberikan oleh Tuhan agar kita bertaubat dan memperbanyak ibadah sehingga tidak ditimpakan oleh bencana. Wallahualam

        Reply
  • July 17, 2019 at 1:48 pm
    Permalink

    Agak tenang sekarang
    Makasi banyak infox

    Reply
    • July 17, 2019 at 3:08 pm
      Permalink

      Siap sama Pak..

      Reply
  • Pingback:Awan Berpola Lurus dan Gerhana Bulan Parsial apakah pertanda gempa? - CERITA GEOLOGI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *