G. Tangkuban Perahu Meletus Tiba-Tiba-Mari Kenali Karakteristik dan Potensi Bencananya

Bang sore kemarin pukul 15.48 WIB tanggal 26 Juli 2019, saya kaget lihat diberita Gunung Tangkuban Perahu tiba-tiba meletus dengan kolom abu sampai 200 meter selama 5 menit 30 detik. Saya juga lihat banyak wisatawan yang kena debu vulkaniknya dan berhamburan lari Bang. Bagaimana itu Bang?

Berdasarkan data kegempaan vulkanik dari website resmi PVMBG (magma Indonesia) terkait G. Tangkuban Perahu terlihat adanya peningkatan jumlah kegempaan sejak 3 minggu terakhir berupa gempa hembusan tapi mungkin karena gempa Vulkanik Dalam (VA) dan Gempa Vulkanik (VB) masih tidak signifikan maka status Gunung masih tetap di level I atau Normal.

Menurut guru-guru BangKus dulu, biasanya gunungapi dengan letusan magmatik ketika akan meletus akan memperlihatkan peningkatan yang signifikan dalam kegempaan VA dan VB yang mencirikan magma sedang naik ke permukaan.

Lah kenapa dong G. Tangkubang Perahu bisa meletus kalau begitu bang?

Hal tersebut berarti memperlihatkan letusan G. Tangkuban Perahu kali ini bukan tipe letusan magmatis tapi phreatik.

Lha apa lagi phreatik itu bang?

Jadi ada dua jenis letusan berdasarkan penyebabnya Din. Yang pertama yaitu magmatis yang diakibatkan oleh magma yang naik ke permukaan sehingga ketika tipe letusan ini terjadi akan terjadi peningkatan gempa VA dan VB dulu sebelum meletus jadi lebih mudah untuk memprediksi kejadian gempa buminya.

Sedangkan yang kedua adalah tipe phreatik dimana magma tidak naik ke permukaan tapi lapisan air tanah dibagian atas dapur magma lah yang terpanaskan oleh magma di bagian bawahnya dan naik sebagai uap air yang panas dan bertekanan tinggi sehingga mampu mendorong kubah penutup kawah dan mengakibatkan letusan yang disebut letusan phreatik seperti kemarin itu Din.

Ilustrasi sederhana magma dari dapur magma memanaskan lapisan air tanah dibagian atasnya sehingga menghasikan uap air yang selanjutnya mendorong kubah kawah sehingga meletus.

Berdasarkan referensi yang abang baca memang Gunungapi yang pernah meletus besar seperti Kawah Doro Api Toi-Tambora, Kawah Ratu-Tangkuban Perahu dan Kawah Sileri- Dieng kebanyakan mengalami fase letusan phreatik. Sebelumnya G. Tangkuban Perahu sendiri pada tanggal 8 Oktober 2013 juga terjadi letusan dengan tipe yang sama sehingga bisa disimpulkan tipe kali ini juga tipe phreatik.

Terus bagaimana potensi bahayanya apakah sama dengan letusan magmatis?

Tentunya letusan magma yang tekanan dan volumenya yang lebih tinggi dengan uap air panas (phreatik) berbeda potensi dampaknya din. Kalau letusan magma bisa mencapai radius puluhan kilometer kalau phreatik paling maksimal 500 meteran.

Lagian dampak dari letusan Phreatik tidak sebahaya letusan magmatik. Kayak dibilang Mbah Rono itu lho din, yang berbahaya dari letusan Phreatik di G. Tangkuban Perahu seperti kemarin itu adalah kepanikan karena bisa menimbulkan bencana baru yaitu kecelakaan kendaraan ketika semua panik mengendarai kendaraan. Kalau debu vulkanik kan bisa pakai masker, kacamata dan topi sudah aman dari dampaknya.

Lha di peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) G. Tangkuban Perahu dibawah tertulis potensi dampak bencana lontaran batu pijar bisa sampai 5 km bang.

Peta Kawasan Rawan Bencana itukan dibuat untuk mengantisipasi kalau terjadi letusan yang tipenya magmatik tadi Din, berhubung saat ini tipe letusannya masih tipe phreatik jadi dampaknya tidak akan sampai seperti yang digambarkan dalam peta KRB tersebut Din.

Oh ya satu lagi din sebelum lupa, menurut pengalaman BangKus ada satu lagi perbedaan dari letusan magmatik dan phreatik, kalau letusan magmatik bisa terjadi sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun seperti G. Sinabung tapi kalau letusan phreatik biasanya hanya satu letusan terbesar setelah itu energi uap airnya akan berkurang drastis dan kalaupun terjadi letusan lagi tidak akan sebesar sebelumnya.

Bagaimana sudah paham din?

Alhamdullilah Bang sudah tercerahkan saya sekarang..

BangKus #Geoscientist #bureaucrat #blogger #YouTuber

Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengda Nusa Tenggara Barat berkarya untuk NTB
http://www.bnpb.go.id

SALAM TANGGUH!!!

#TangguhAwards2019
#BudayaSadarBencana
#KenaliBahaya
#SiapkanStrategi
#SiapUntukSelamat
#KitaJagaAlam
#AlamJagaKita

(Visited 640 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *