Mekanisme Gempa Magnitudo 6,9 Banten dan Dampaknya

Belum pudar dari ingatan kejadian letusan Gunung Tangkuban Parahu pada hari Jumat tanggal 26 Juli 2019 minggu lalu. Tadi malam tepatnya tanggal 2 Agustus 2019 pukul 19.03 WIB terjadi gempa bumi di BaratDaya daerah Sumur-Banten. Berdasarkan website resmi BMKG, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,9 pada kedalaman 52 km.

Gempa bumi ini dilaporankan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berdampak korban meninggal dunia secara tidak langsung ada 2 orang akibat serangan jantung dan kelelahan serta ada 200 an rumah rusak berat sampai ringan. Data kerusakan sampai saat ini masih terus diupdate baik di Banten Maupun di Lampung.

Bagaimana mekanisme terjadinya gempa bumi?

Berdasarkan hasil pemodelan mekanisme fokal oleh BMKG gempa bumi diakibatkan oleh sesar naik oblik (thrust oblique fault) dengan arah strike relatif BaratDaya-TimurLaut. Arah gaya ini menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak diakibatkan langsung oleh zona subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam dibawah lempeng Eurasia.

Melihat karakteristik gempa bumi seperti kedalaman dan getarannya yang terasa meluas sampai Jogjakarta dan Mataram maka gempa bumi ini secara geologi disebut sebagai gempa bumi intra-slab (Gayatri Indah Marliyani, pakar tektonik aktif-Teknik Geologi-UGM)

Hiposentrum gempa bumi yang berada pada kedalaman menengah (52 km) dan episentrum yang dekat dengan ujung zona subduksi dimana lapisan lempeng kontinen Eurasia lebih tipis dibagian ujung, mengakibatkan gempa bumi berada dibawah zona subduksi atau berada dalam lempeng Indo-Australia. Patahan yang terbentuk pun tidak menerus ke permukaan atau terselubung dibawah zona subduksi. Hal ini yang mengakibatkan tidak terjadi gempa susulan karena lempeng Eurasia yang berada diatas patahan mampu meredam sobekan yang terjadi sehingga tubuh batuan di lempeng Indo-Australia lebih cepat stabil dan tidak membentuk gempa susulan.

Gempa intra-slab dimana hiposentrum gempa berada dibagian bawah zona subduksi atau pada Lempeng Indo-Australia

Kenapa tidak terjadi tsunami

BNPB melaporkan bahwa perubahan muka air laut yang diakibatkan oleh gempa bumi sangat kecil sehingga tidak tergolong sebagai tsunami.

Ada empat parameter utama yang dapat mengakibatkan tsunami yaitu gempa terjadi dilaut, dengan magnitudo lebih dari 6,5 SR, pada kedalaman dangkal atau kurang dari 30 km, dan mekanisme sesar naik atau turun. (Catatan: ada perbedaan pendapat mengenai batasan magnitudo minimal (6,5 atau 7 SR) dan kedalaman (30 atau 50 km)).

Pencatatan awal kejadian gempa bumi dari BMKG memang memenuhi syarat terjadinya tsunami tersebut tapi setelah dimutakhirkan maka terlihat bahwa hampir semua syarat tersebut tidak terpenuhi untuk terjadi tsunami. Oleh karena itu, setelah mempelajari semua kondisi baik secara instrumen maupun dilapangan maka dua jam setelah kejadian gempa bumi peringatan dini tsunami (PDT) dihentikan.

Apakah gempa bumi dapat memicu gangguan pada zona megathrust?

Kejadian gempa bumi Lombok 2018 yang didahului oleh kejadian gempa bumi dalam di lapisan Astenosfer, sering membawa kekhawatiran akan terjadinya gempa bumi yang sama apabila terjadi gempa bumi dalam ditempat lain.

Tapi, hubungan antara kejadian gempa bumi dalam dan gempa bumi dangkal belum bisa dibuktikan, tentunya sistem didalam zona subduksi jauh lebih komplek daripada dalam sistem patahan atau sesar.

Lebih dari itu kejadian gempa bumi besar di zona subduksi seperti gempa Aceh tahun 2004 dan Gempa Pangandaran tahun 2006 tidak didahului oleh adanya gempa dalam dibawah zona subduksi.

Dilain sisi, belum ada alat yang mampu pengukur pengaruh deformasi dibagian bawah zona subduksi terhadap kestabilan zona subduksi dibagian atasnya.

Akhirnya, semua kembali ke Kodrat Tuhan, tinggal kita perbanyak berdo’a dan melakukan upaya mitigasi untuk pengurangan risiko bencana apabila memang kejadian gempa besar benar-benar terjadi di zona megathrust kita sudah siap.

Semoga bermanfaat

BangKus – IAGI NTB

(Visited 676 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *