Ketika Keringnya Air Tanah Yang Menjadi Tumpuan Utama Pada Saat Musim Kemarau

Sebagian besar dari kita mungkin pernah menonton film Avengers Infinity War dan Endgame yang berkisah tentang seorang villain bernama Thanos yang menganggap penduduk galaxy sudah terlalu banyak sehingga dia menghapus setengahnya.

Berkaca dari laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang cukup pesat berkisar antara 1,2 sd 1,4 % pertahun dimana penduduk Indonesia pada tahun 2007 adalah 225,6 juta jiwa mengalami pertumbuhan pesat menjadi 258,7 juta jiwa pada tahun 2016. Dimana rata-rata terjadi peningkatan jumalh penduduk 3,6 juta jiwa pertahun.

Tentunya tidak perlu melakukan tindakan sekejam Thanos untuk mengelola peningkatan jumlah penduduk Indonesia yang besar setiap tahunnya. Tapi memang perlu melakukan perencanaan yang matang sehingga peningkatan tersebut tidak menjadi masalah besar dikemudian hari.

Dampak Peningkatan Jumlah Penduduk

Peningkatan jumlah penduduk tentunya berdampak pada peningkatan kebutuhan sandang dan pangan sehingga banyak isu sosial yang timbul mulai dari peningkatan jumlah angka pencari kerja, kebutuhan akan lahan tempat tinggal dan bercocok tanam dan kebutuhan tambahan lainnya.

Sebagian besar isu sosial ini berdampak pada lingkungan karena aktivitas manusia tidak akan lepas dari lingkungan dimana mereka tinggal. Kualitas pendidikan yang belum terlalu baik mengakibatkan masyarakat sangat tergantung pada alam hal tersebut mengakibatkan terjadinya peningkatan kebutuhan akan lahan baik untuk pemukiman maupun pertanian sehingga mengakibatkan ekspansi besar-besar terhadap kawasan hutan. Daerah yang dulunya merupakan hutan tegakan kayu banyak berubah menjadi lahan pertanian dan perkebunan bahkan daerah-daerah perbukitan sudah banyak dimanfaatkan untuk daerah pemukiman dan hotel sehingga fungsinya pun berubah.

Illegal logging atau pembalakan liar pun menjadi isu yang tidak kalah serius didalam kawasan hutan lindung maupun kawasan hutan taman nasional sehingga memperparah kerusakan hutan dibagian hulu.

Fungsi penting hutan dan kawasan hulu

Tentunya kita sangat paham bahwa hutan merupakan kawasan yang penting sebagai penyeimbang lingkungan karena selain sebagai endemik untuk flora dan fauna, hutan memiliki fungsi sebagai penghasil oksigen, mengurangi dampak pemanasan global dan zona resapan air tanah.

Dampak kerusakan hutan

Terganggunya hutan bisa menggangu fungsi-fungsi penyembang tersebut sehingga lebih banyak kita dengar beberapa tahun terakhir ini kejadian banjir bandang, banjir, cuaca ekstrim, kekeringan dan gagal panen.

Dampak kerusakan hutan mungkin tidak dirasakan dalam waktu dekat karena proses degradasi lingkungan berlangsung lambat tapi kontinu sehingga sering tidak disadari. Contoh saja proses erosi pada lahan terbuka dalam setahun hanya setebal 1 s/d 5 mm sehingga tidak terlalu kelihatan tapi, baru disadari dampaknya ketika terjadi banjir dimana sungai dan waduk sudah mendangkal sehingga tidak mampu lagi menampung volume air yang berlebihan saat musim hujan.

Siklus air tanah

Siklus air tanah merupakan bagian dari siklus hidrologi yang dimulai dari penguapan yang terjadi pada air laut, danau, sungai dan hijau daun. Uap air ini selanjutnya membentuk awan yang akan tertransportasi ke daerah dataran tinggi seperti daerah bukit atau gunung yang selanjutnya terkondensasi dan jatuh sebagai air hujan (precipitasi). Air hujan yang jatuh ke permukaan tanah ada yang langsung mengalir sebagai air permukaan (runoff) dan ada yang masuk kedalam tanah (infiltrasi). Laju infiltrasi air hujan sangat tergantung dari kegemburan tanah, semakin gembur tanah semakin tinggi laju infiltrasi. Biasanya unsur organik pada tanah seperti akar pohon dan dedaunan yang jatuh akan menambah kegemburan tanah selain adanya hewan pengurai dalam tanah. Ketika pohon dipotong maka tingkat kegemburan tanah akan berkurang sehingga laju infiltrasi berkurang dan laju runoff bertambah yang artinya lebih banyak air yang mengalir dipermukaan sehingga bisa berdampak banjir dibagian hilir.

Air yang masuk kedalam tanah selanjutnya mengalami perkolasi dan tersimpan didalam lapisan batuan yang selanjutnya mengalir melalui pori-pori antar batuan sebagai air tanah. Air tanah ini selanjutnya akan keluar secara alami sebagai mata air atau secara buatan melalui sumur gali dangkal atau sumur bor.

Siklus hidrologi dan hidrogeologi

Dampak ekspansi lahan di daerah hulu ke cadangan air tanah

Banyak sekali saat ini lahan di Indonesia mengalami alih fungsi baik sebagai pemukiman maupun pertanian. Contoh saja NTB di Kawasan Geopark Tambora yaitu didaerah Kecamatan Kempo-Kabupaten Dompu dan Kecamatan Sanggar-Kabupaten Bima, hampir semua bukit dan gunung disekitar daerah itu telah gundul dan berubah fungsi menjadi lahan jagung. Beberapa kali BangKus kesana melihat hijaunya lahan jagung pada saat musim hujan dan gersangnya lahan tersebut setelah musim kemarau. Bangkan pernah terjabak oleh banjir saat hujan lebat karena frekuensi banjir juga semakin bertambah didaerah sana.

Perbukitan di sekitar kawaan Geopark Tambora yang sudah dialih fungsikan masyarakat sebagai ladang jagung.

Kerusakan daerah tangkapan air dapat berdampak pada kurangnya air yang masuk (infiltrasi) kedalam tanah atau lapisan batuan hal ini mengakibatkan kurangnya suplai air tanah kedalam lapisan batuan penampung air.

Devisit air tanah ini akan terasa sedikit demi sedikit dalam waktu beberapa tahun. Devisit ini sangat terasa pada sumur gali masyarakat dimana sumur gali yang dahulunya tidak pernah kering, tapi akhir-akhri ini pada saat musim kemarau tiba-tiba kering sehingga masyarakat menambah kedalaman sumur galinya. Disisi lain juga banyak mata air yang dulu dimanfaatkan masyarakat pada musim kemarau menjadi kering sehingga tidak ada lagi tumpuan masyarakat untuk mendapatkan air bersih.

Peningkatan frekuensi musim kemarau yang lebih panjang

Fenomena El Nino yang terjadi tahun ini mengakibatkan musim kemarau yang lebih panjang dari tahun 2018 dibeberapa daerah di Indonesia. Fenomena yang sama juga terjadi pada tahun 2015 dimana saat ini kemarau terasa sangat panjang.

Fenomena kemarau yang lebih panjang bisa berdampak pada dua hal yaitu Pertama peningkatan jumlah air yang diuapkan sehingga pada musim penghujan, hujan yang turun bisa lebih lebat sehingga bisa berpotensi banjir dibeberapa daerah di Indonesia. Kedua kurangnya hari hujan bisa berdampak pada berkurangnya suplai air hujan kedalam lapisan tanah sehingga cadangan air tanahpun bisa berkurang.

Kombinasi antara kerusakan hutan didaerah hulu dan kurangnya hari hujan berdampak pada berkurangnya suplai air kedalam tanah sehingga dengan meningkatnya pemanfaatan air tanah maka akan terjadi devisit air tanah dalam batuan.

Hal ini berdampak pada keringnya sumur penduduk dan hilangnya beberapa mata air yang dahulunya selalu dimanfaatkan masyarakat saat musim kemarau.

Bantuan Air Bersih dari BPBD Lombok Timur untuk masyarakat yang mengalami kekeringan di daerah Pringgabaya

Pentingnya kualitas pendidikan

Taraf pendidikan masyarakat Indonesia memang sudah memiliki peningkatan dimana sebagian besar warga Indonesia sudah bisa mengenyam pendidikan minimal 9 tahun tapi, taraf pendidikan saja tidak cukup untuk memastikan masyarakat memahami akan arti pentingnya menjaga lingkungan bagi keberlangsungan air untuk generasi kedepan.

Masyarakat membutuhkan pendidikan yang berkualitas yang dibangun melalui iklim pendidikan yang baik. Sekolah-sekolah dipinggiran kota atau didaerah dekat dengan kawasan hutan seharusnya dibekali dengan iklim pendidikan yang mendorong kecintaan terhadap alam baik berupa muatan lokal maupun tema lingkugan yang dibangun disekolah sehingga ketika lulus sekolah mereka bisa menjadi agen perbaikan bagi lingkungan sekitarnya.

Siswa SMKN 1 Sanggar melakukan aksi bersih disekitar pintu pendakian Tambora – Jalur Piong

Pengalaman BangKus melakukan kegiatan sosialisasi di sekolah-sekolah lingkar Rinjani dan Tambora memberikan keyakinan akan hal tersebut. Siswa memiliki antusiasme yang tinggi dalam kegiatan perlindungan dan perbaikan lingkungan tapi dengan minimnya aplikasi dan motivasi di sekolah membuat mereka enggan bahkan tidak paham untuk melakukan hal tersebut.

Semoga kedepan pemahaman akan wawasan lingkungan dapat lebih diperkuat terutama untuk masyarakat yang menggantungkan hidupnya dihutan sehingga cara-cara mencari rejeki bisa tetap selaras dengan keberlangsungan hutan kita.

#catatanBangKUs

SALAM TANGGUH!!!
http://www.bnpb.go.id

#BudayaSadarBencana
#KenaliBahaya
#SiapkanStrategi
#SiapUntukSelamat
#KitaJagaAlam
#AlamJagaKita

(Visited 73 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *