Antisipasi Potensi Bencana yang Bisa Terjadi Diawal Musim Hujan

Musim kemarau yang cukup panjang tahun ini sudah hampir usai ditandai dengan turunnya hujan dibeberapa daerah di Indonesia. Di Lombok sendiri dalam 3 hari terakhir telah turun hujan didaerah Lombok Utara, Lombok Timur dan Lombok Barat. Kota Mataram hanya hujan-hujan dengan intensitas rendah atau disebut juga dengan hujan gerimis.

Kejadian hujan dibagian hulu Rinjani Sabtu (2/11/2019) membawa berita menyedihkan di daerah pemandian air terjun Jeruk Manis, Lombok Timur dimana 2 (dua) orang mahasiswa Universitas Mataram di laporkan meninggal dunia terseret banjir bandang ketika melintasi sungai Kokoh Tereng-Jeruk Manis untuk melakukan survei jalur jurit malam untuk diksar anggota baru.

Kejadian banjir bandang yang tiba-tiba tentunya diluar perkiraan para mahasiswa tersebut karena dijalur saat itu tidak ada hujan dan dianggap masih musim kemarau.

Potensi Banjir dan Banjir Bandang yang lebih tinggi diawal musim hujan

Tentunya, musim kemarau yang panjang mengakibatkan banyak sungai yang bertipe episodik dan periodik mengalami kekeringan sehingga proses transportasi material sedimen, sisa-sisa bahan organik seperti ranting pohon dan daun bahkan sampah yang dibuang masyarakat disungai menjadi hilang. Akibatnya, volume ranting, daun pohon dan sampah yang terendapkan di sungai menjadi sangat besar.

Pada saat awal musim hujan barulah material-material tersebut terbawa oleh air sehingga mengakibatkan material organik maupun sampah yang terkumpul di dalam saluran sungai terbawa bersama air yang lama-kelamaan terakumulasi menghambat aliran air serta mengurangi kemampuan daya tampung sungai sehingga air meluap berdampak banjir di bagian hilir bahkan banjir bandang dihulu.

Karakterisitk hujan dilereng gunung dan cara mitigasi banjir bandang

Kejadian hujan lebat biasanya lebing sering terjadi dibagian hulu sungai karena awan akan bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke tekanan rendah dan akan terhenti atau menabrak dilereng gunung atau bukit sehingga lama-kelamaan terkumpul membenuk hujan. Kejadian hujan dibagian hulu sungai ini dapat diketahui dari karakter awan gelap yang pekat dan kadang terbentuk kilatan petir didalanya. Ranting pohon dan daun yang jatuh ke dalam sungai disekitar kawasan hutan selama musim kemarau akan terbawa air sungai sehingga sangat potensial terjadi banjir diawal musim hujan.

Akibat gaya gravitasi yang lebih besar, aliran air didaerah lereng (hulu sungai) memiliki energi yang lebih besar daripada didaerah datar (hilir sungai) hal ini mengakibatkan air mengalir lebih cepat sehingga banjir yang potensial terjadi dibagian hulu sungai adalah banjir bandang. Banjir bandang sendiri merupakan banjir yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung secara cepat yang biasanya membawa material batuan, lumpur dan batang pohon sehingga sangat membahayakan.

Oleh karena itu, masyarakat yang sedang melakukan aktivitas dibagian lereng gunung seperti disekitar mata air Jeruk Manis, Joben, Aik Berik dll dapat membaca ciri akan terjadinya banjir bandang diawal musim penghujan ini yaitu :

  1. Dibagian hulu sungai terjadi hujan lebat yang ditandai oleh awan gelap dan petir;
  2. Air sungai yang awalnya jernih tiba-tiba menjadi keruh dan mendengar suara gemuruh secara tiba-tiba sehingga pengunjung harus segera menjauhi sungai.

Potensi Banjir dikawasan padat penduduk

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sungai menjadi wadah pembungan sampah bagi masyarakat yang tinggal disekitar bantaran sungai sehingga pada saat musim kemarau dimana air sungai kurang atau bahkan kering, sampah-sampah itu akan tertinggal disaluran menunggu air untuk membawanya dimusim hujan.

Kejadian ini bisa sangat berbahaya diawal musim hujan karena bukan hanya air hujan saja yang terbawa disungai tapi juga akumulasi sampah pada saat musim kemarau yang bisa menghambat aliran sungai dan meluap mengakibatkan banjir.

Sumber : Risky Andrianto /Antara Foto

Langkah antisipasi dari masyarakat sebelum musim hujan terjadi didaerah perkotaan adalah dengan membersihkan saluran air mulai dari got sampai sungai sehingga pada saat musim hujan tidak terjadi banjir karena terhambatnya saluran air oleh sampah.

Semoga bermanfaat

(Visited 69 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *